| — | Mentari L |
| — | Dahlan Iskan (via kuntawiaji) |
Amin.. ” *doa Nabi Yusuf*
| — | (via kurniawangunadi) |
Tulisan ini saya buat karena saya tidak ingin mengungkapkan isi pikiran dan hati saya melalui mulut saya ini.
Suatu pengalaman adalah guru yang paling berharga. Saya akui itu. Saya percaya itu. Itu logis dan terbukti. Saya mendapat pengalaman yang paling berharga di semester ini. Double Jackpot deh.. Pengalaman menyedihkan dan menyenangkan saya dapatkan di semester yang sama. Wah…
Pengalaman ini tidak jauh-jauh dari kuliah saya kok.. heheheh..
Berbagai tawaran menjadi panitia saya terima di semester ini. Ekstremnya di semester ini saya ambil 4 kepanitiaan dimana salah satunya merupakan Seminar Nasional. Bukan ekstrem lagi, tapi parah banget..
Sekarang mari kita menghitung ada berapa bulan efektif kuliah di semester ini. Yak, empat bulan, teman, hanya empat bulan… Silahakan kalian bayangkan bagaimana dalam waktu empat bulan itu saya harus membagi waktu saya dengan empat kepanitiaan yang saya ambil itu + kuliah + tugas + les + belajar + ujian… hasilnya adalah… di semester ini tentunya saya jatuh sakit 2 kali plus.. jatuh dari motor…
duhh.. malang banget ya saya ini,…
itu adalah output yang saya dapet saat semester tersebut berlangsung..
Sekarang mari kita menuju output apa yang saya dapat setelah semester tersbut berlangsung.
ada yang bisa nebak?
hayo apa coba? heheheeheee
Nilai-nilai saya turun semua…. ip turun drastis.. whooooaaaaaaaa…
oke, sebagai sesosok manusia biasa dengann segala keterbatasannya.,. saya dengan lapang dada bisa menerima itu semua dan saya sadar karena ini adalah hasil dari keputusan CEROBOH saya yang telah saya buat di semester ini. Keputusan di atas adalah faktor utama penyebab ini semua (berdasarkan analisa saya pastinya). ehehe..
Kemudian baagaimana perasaan saya pertama kali melihat nila-nilai saya yang anjlok itu?
Kecewa berat itu pasti. Sedih iya.
Tapi beruntungnya, Tuhan masih memberi saya kewarasan untuk tidak terlalu lama tenggelam dalam kesedihan dan kekecewaan saya itu. Dengan begitu Insya Allah saya terhindar dari yang namanya stres..
Saya kemudian hening sejenak, menarik nafas dalam-dalam, menenangkan pikiran, dan mem-flash back semua kegiatan saya di semester tsb, lalu saya mengaitkan nya dengan hasil yg saya peroleh di akhir semester.
Ada suatu hubungan yang logis memang. Lalu saya pun introspeksi diri.
Dan saya pun berpikir:
Mungkin Tuhan ingin saya menyadari semua keputusan-keputusan ceroboh yang saya buat.
Mungkin Tuhan ingin saya tidak mengulangi semua kesalahan-kesalahan itu.
Mungkin Tuhan ingin saya bisa menghadapi situasi terburuk seperti ini.
Mungkin Tuhan ingin saya bisa merasakan, memahami, mempelajari, dan menghadapi semua kondisi, baik itu kondisi buruk maupun baik.
Mungkin Tuhan sedang memperingatkan saya untuk tidak menjadi manusia yang sombong, tidak pernah bersyukur dan lain-lain…
Mungkin Tuhan ingin saya menjadi manusia yang lebih bijak dan selalu ingat kepada-Nya..
Saya percaya bahwa Tuhan masih sayang kepada saya, ini buktinya..
Di awal saya sudah diberi pengalaman yang sangat berharga ini, yang mana bisa saya jadikan bekal untuk menghadapi kehidupan yang nyata setelah saya lulus nanti…
Terima Kasih Tuhan..
Terima Kasih atas semua pelajaran yang Engkau berikan kepada saya
Terima Kasih telah membantu saya menghadapi semua ini dengan baik
Terima Kasih telah mendewasakan pikiran saya..
Terima Kasih atas semuanya…
dan…
ingatlah teman…
Jangan selalu siap untuk menang, karena siap untuk menang itu mudah dan biasa, namun, bersiaplah juga untuk kalah, karena itu hal yang luar biasa harus dipersiapkan…


